Langsung ke konten utama

Konfigurasi point to point dan point to multi point

Konfigurasi point to point dan point to multi point 


Assalamualaikum wr.wb 


Haii teman-teman disini saya akan memberitahu langkah-langkah point to point dan poin to multi point dibawah ini 






  • Langkah pertama anda Siapkan 1 buah PC dan 1 buah router MikroTik sebagai AP. Serta 1  PC dan 1 router MikroTik lain sebagai Station. 

  • Lankah berikutnya anda Pada AP, hubungkan interface 1 ke internet dan interface 2 ke PC. Pada Station, hanya interface 2 yang dihubungkan ke PC, interface 1 tidak perlu dihubungkan ke internet. Seperti pada gambar diatas.






  • Konfigurasi Access Point (AP)


1. Langkah pertama anda masuk ke Winbox, kalian  aktifkan interface wlan1, setelah itu anda enable seperti gambar dibawah ini .







2.  Langkah kedua anda sudah aktif, double klik pada interface wlan1. 





3. Langkah ketiga anda akan atur Mode, Band, Frequency, dan SSID. Perlu anda ketahui bahwa koneksi akan terjadi apabila ada kesamaan SSID dan Band diantara AP dan Station. 

Disini kalian atur Mode ke bridge (mode wireless sebagai AP untuk Point to Point), Band ke 2GHz-B/G/N (wireless LAN yang menggunakan frequency 2.4 GHz berkecepatan transfer data 300 Mbps), Frequency ke 2412 MHz (rentang frequency untuk 2.4 GHz Band), dan SSID sesuai keinginan kita.




4. Langkah keempat anda  klik Apply, setelah itu anda klik OK. Bisa anda lihat, sstatus interface wlan1 sudah Running (ditunjukkan huruf R),  berarti bahwa interface wlan1 ini sudah berjalan.








5. Langkah kelima Disini anda konfigurasi dulu pada Station.


6. Langkah keenam anda Station sudah di konfigurasi, klik Wireless untuk membuka Wireless Tables. setelah itu anda klik tab Registration untuk melihat daftar wireless yang sudah terkoneksi. Double klik pada MAC Address station yang telah terhubung.





7. Langkah ketujuh anda masuk ke tab Signal. Disini anda lihat kekuatan sinyal yang anda miliki, baik itu sinyal Tx  maupun Rx .seperti dibawah ini 






8. Langkah kedelapan anda tambahkan IP Address seperti pada gambar dibawah ini.




9. Langkah kesembilan anda test PING ke Station, contohnya ping 10.10.10.2 menggunakan IP yang tadi dibuat oleh anda.  










  • Konfigurasi Station (Client)


  • 1. Langkah pertama anda interface wlan1 diaktifkan, sekarang anda masuk ke Interface, kemudian double klik pada wlan1. Kemudian klik Scan untuk melihat dan menghubungkan Client dengan AP.




    2. Langkah kedua anda  Scan, klik Start, kemudian pilih SSID yang telah dibuat oleh AP. Kemudian klik Connect untuk menghubungkan Client dengan AP.




    3. Langkah ketiga anda  terhubung, kita cek kekuatan sinyal kita. Klik Wireless.







    4. Langkah keempat anda masuk ke tab Registration, dan double klik pada MAC Address AP yang telah terhubung.




    5. Langkah kelima tambahkan IP Address seperti pada gambar dibawah ini.



    6. Langkah keenam anda buka Routes, dan masukkan gateway yaitu IP Address AP. Kemudian klik Apply, dan OK.







    POINT TO MULTI POINT  
    • Point To Multi Point ( AP Side )


    1. Pada langkah pertama ini kita seperti biasa buka software winbox sebelum lanjutnya 




    2. Pada langkah kedua ini kalian buka Wireless terus akan muncul gambar seperti dibawah ini 


    3. Pada langkah ketiga ini kalian klik securty profile yang pada gambar dibawah ini 



    4. Pada langkah keempat  kalian klik security profile akan muncul gambar seperti dibawah ini setelah itu kalian ganti Name dan WPA Pre-Shared key menggunakan kata sandi ,membuat kata sandi seterah kalian ,dan Group kuy Update diberikan waktu misalnya 5 menit setelah itu apply setelah apply ok 



    5. Pada langkah kelima kalian buka interface abis itu kalian klik wireless lalu ganti Mode , ganti Band , ganti SSID menjadi nama atau kelompok kalian setelah itu security Profile dan  kalian ceklis Default Authenticate, setelah itu apply selesai itu ok . 



    6. Pada langkah keenam itu set mode=station bridge SSID=PTMP 4,5,6 Setelah itu scan baru connect setelah itu apply baru ok





    7. Pada langkah ketujuh itu connect akan kembali ke interface seperti gambar dibawah ini 




    8. Pada langkah kedelapan itu anda akan masuk ke IP address setelah itu anda tambahkan seperti dibawah ini 




    9. Pada langkah kesembilan setelah anda menambahakan IP address akan muncul seperti gambar dibawah ini setelah itu anda apply setelah itu ok . 





    10. Pada langkah kesepuluh anda tambahakan IP address nya seperti gambar dibawah ini dan interface diganti seperti contoh dibawah ini 




    11. Pada langkah kesebelas anda klik IP lalu anda klik Routes seperti gambar dibawah 






    12. Pada langkah kedua belas setelah anda klik Routes dan tambahkan akan muncul gambar seperti dibawah ini 





    13. Pada langkah ketiga belas setelah anda tambahkan anda klik DAC diatas akan muncul gambar seperti anda menggantikan Gateway menjadi IP address anda dan klik ok . 



    14. Pada langkah keempat belas anda klik IP setelah itu anda klik DNS 




    15. Pada langkah kelima belas setelah anda klik DNS akan muncul seperti ini dan anda mengganti servers menjadi IP anda setelah itu klik ok .



     



    16. Pada langkah keenam belas anda klik IP setelah itu anda klik DHCP Client 





    17. Pada langkah ketuju belas anda klik DHCP Client akan muncul gambar dibawah ini 




    18. Pada langkah kedelapan belas anda setelah tambahkan DHCP akan muncul seperti ini lali interface nya kalian ganti dengan yang kalian gunakan lalu klik ok. 




    19. Pada langkah kesembilan belas anda setelah mengganti akan muncul gambar seperti dibawah ini akan terlihat anda memakai interface apa . 



    20. Pada langkah kedua puluh anda klik IP setelah itu anda klik Firwell seperti gambar dibawahini. 



    21. Pada langkah kedua puluh satu anda setelah anda klik Firewall akan muncul gambar seperti ini lalu anda klik tulisan NAT lalu tambahkan . 



    22. Pada langkah kedua puluh dua anda tambahkan akan muncul seperti ini anda klik tulisan general lalu anda ganti chairs dan OUT interface yang anda pakai lalu anda klik ok. 



    23. Pada langkah kedua puluh tiga anda setelah anda klik general setelah itu anda klik action lali actionnya diganti menjadi masquerade lalu klik apply setelah itu ok .




    24. Pada langkah kedua puluh empat anda klik atas paling kanan lalu klik yang dikotakan setelah itu anda klik lalu anda klik tulisan Network setting.





    25. Pada langkah kedua puluhl ima anda klik editing Ethernet connection 




    26. Pada langkah kedua puluh enam anda ganti IPv4 Settings setelah itu ganti Method menjadi manual setelah itu isi Addresses nya lalu add setelah itu buat DNS servers setelah itu save 



    27. Pada langkah kedua puluh tujuh anda klik IP address setelah itu tambahkan IP address seperti gambar dibawahini .




    28. Pada langkah kedua puluh delapan anda setelah menambahkan Ip address akan muncul gambar seperti dibawah ini. anda ganti address lalu Network setelah itu Interface setelah itu anda klik apply lalu ok. 




    29. Pada langkah kedua puluh sembilan anda ping google.com kalo misalkan sudah connecti akan muncul seperti dibawah ini . 









    SEKIANTERIMAKASIH
    Maaf bila ada kata-kata yang salah semua manusia ada kesalahan
    selamat mencobaa semoga berhasilll ...


    Wassalamualaikum.wr.wb 

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Mengkonfigurasi DNS Server

    Assalamualaikum.wr.wb Domain Name System (DNS) adalah  sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang  nama host  ataupun   nama domain  dalam bentuk   basis data tersebar  ( distributed database ) di dalam jaringan komputer, misalkan:  Internet . DNS menyediakan  alamat IP  untuk setiap nama host dan mendata setiap  server transmisi surat  ( mail exchange server ) yang menerima surel ( email ) untuk setiap domain. Menurut browser  Google Chrome ,  DNS  adalah layanan jaringan yang menerjemahkan nama situs web menjadi alamat internet. DNS menyediakan pelayanan yang cukup penting untuk  Internet , ketika perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan   alamat IP  untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran ( routing ) , pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal ( URL ) dan alamat surel...